Kesehatan
Masyarakat
TEKNOLOGI
KEBIDANAN TEPAT GUNA
DI
SUSUN OLEH :
DEVY
ALYA PRATAMA PO7124113036
Tingkat
IB
Dosen
Pembimbing : SALMIANI ABDUL MANAF, SST, M.Kes

KEMENTRIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN KEMENKES ACEH
PRODI
D – III KEBIDANAN
BANDA
ACEH
2014
KATA
PENGANTAR
![]() |
Segala puji bagi Allah swt. Yang
telah menciptakan kami dengan akal dan budi, kehidupan yang patut kami syukuri,
keluarga yang mencintai kami, dan teman – teman yang menginspirasi. Karena
berkat rahmat – Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Teknologi
Kebidanan Tepat Guna. Shalawat beriring salam kami sampaikan juga kepada Nabi
Besar Muhammad saw. Sebagai suri tauladan atas umatnya.
Pada
kesempatan ini kami ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada :
1.
Ibu Salmiani
Abdul Manaf, SST, M.Kes
Makalah ini dibuat adalah untuk
membantu mempermudah pemahaman dalam mendalami mata kuliah Kesehatan Masyarakat.
Penulis menyadari segala
keterbatasan yang dimiliki, oleh karena itu penulis memohon saran dan kritik
kepada semua pihak agarmakalah ini menjadi sempurna. Atas saran dan kritiknya
penulis mengucapkan banyak terima kasih. Semoga makalah ini dapat bermanfaat,
memberikan kelancaran, dan barokah. Aamiin.
Banda Aceh, 10 Maret 2014
Penulis .
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ………………………………………………………………………… i
Daftar Isi ………………………………………………………………………………. ii
Bab I Pendahuluan………….…………………………………………………………..
- Latar Belakang …………………………………………………………………
1
- Rumusan Masalah
…………………………………………………………….. 1
Bab II
Tinjauan Teori …………………………………………………………………. 2
- Pengertian Teknologi Tepat Guna
……………………………………………… 2
- Jenis Teknologi Kebidanan Tepat
Guna ……………………………………….. 2
- Macam – Macam Teknologi Kebidanan Tepat
Guna ……………………………...…
4
- Ciri – ciri Teknologi Tepat Guna ………………………………………………...… 5
- Mamfaat Teknologi Tepat Guna …………………………………………………... 6
- Fungsi Teknologi Tepat Guna ………………………….………………………… 7
- Dampak Teknologi Tepat Guna dalam
Kebidanan …………………………….……
7
Bab III
Penutup ……………………………………………………………………….. 8
1. Kesimpulan
……………………………………………………………………….. 8
2. Saran …………………………………………………………………..………….. 8
Daftar Pustaka …………………………………………………………………………. 9
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan sistem usaha
pembangunan masyarakat supaya lebih produktif dan efisien, diperlukan teknologi. Pengenalan
teknologi yang telah berkembang di dalam masyarakat adalah
teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional, atau yang dikenal
dengan "teknologi tepat guna" atau teknologi
sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan
dan mata pencaharian pokok masyarakat tertentu.
Pertumbuhan dan perkembangan teknologi,
ditentukan oleh kondisi dan tingkat isolasi dan keterbukaan masyarakat serta
tingkat pertumbuhan kehidupan sosial ekonomi masyarakat tersebut. Untuk
memperkenalkan teknologi tepat guna perlu disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu
kebutuhan yang berorientasi kepada keadaan lingkungan geografis atau propesi
kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Teknologi yang
demikian itu merupakan barang baru bagi masyarakat dan perlu dimanfaatkan dan
diketahui oleh masyarakat tentang nilai dan kegunaannya. Teknologi tersebut
merupakan faktor ekstern dan diperkenalkan dengan maksud agar masyarakat yang
bersangkutan dapat merubah kebiasaan tradisional dalam proses pembangunan atau
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
B.
Tujuan Penulisan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan
masalah diatas adalah, adapun tujuan penulisan masalah ini adalah untuk
mengetahui konsep dasar dari teknologi tepat guna dalam praktik kebidanan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Teknologi Tepat Guna
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi tepat guna adalah suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna serta sesuai dengan fungsinya. Selain itu, teknologi tepat guna atau yang disingkat dengan TTG adalah teknologi yang digunakan dengan sesuai (tepat guna). Ada yang menyebutnya teknologi tepat guna sebagai teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional, sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat tertentu.
Secara teknis TTG merupakan jembatan antara teknologi tradisional dan teknologi maju. Oleh karena itu aspek-aspek sosio-kultural dan ekonomi juga merupakan dimensi yang harus diperhitungkan dalam mengelola TTG. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi tepat guna adalah suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna serta sesuai dengan fungsinya. Selain itu, teknologi tepat guna atau yang disingkat dengan TTG adalah teknologi yang digunakan dengan sesuai (tepat guna). Ada yang menyebutnya teknologi tepat guna sebagai teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional, sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat tertentu.
Secara teknis TTG merupakan jembatan antara teknologi tradisional dan teknologi maju. Oleh karena itu aspek-aspek sosio-kultural dan ekonomi juga merupakan dimensi yang harus diperhitungkan dalam mengelola TTG. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan.
Dengan demikian teknologi tepat guna mempunyai kriteria
yang dapat dikatan sebagai TTG, yaitu:
1. Apabila teknologi itu sebanyak mungkin
mempergunakan sumber-sumber yang tersedia banyak di suatu tempat.
2. Apabila teknologi itu sesuai dengan keadaan
ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
3. Apabila teknologi itu membantu memecahkan
persoalan/ masalah yang sebenarnya dalam masyarakat, bukan teknologi yang hanya
bersemayam dikepala perencananya.
4. Suatu yang harus diperhatikan bahwa,
masalah-masalah pembangunan boleh jadi memerlukan pemecahan yang unik dan khas,
jadi teknologi-teknologi tersebut tidak perlu dipindahkan ke negara-negara atau
kedaerah lain dengan masalah serupa. Apa yang sesuai disuatu tempat mungkin
saja tidak cocok di lain tempat. Maka dari itu tujuan TTG adalah melihat
pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah tertentu dan menganjurkan mengapa
hal itu sesuai.
B.
Jenis Teknologi Kebidanan Tepat Guna
Pelatihan
BCLS ini dapat memberikan pengetahuan dasar dan keterampilan peserta untuk
dapat memberikan bantuan sesuai dengan standar dasar keterampilan hidup. Pelatihan
ini bisa diikuti oleh pekerja perawatan kesehatan khususnya perawat dan bidan
yang bekerja di rumah sakit dan perusahaan kesehatan dan mahasiswa yang tidak
bekerja untuk dapat mengobati kasus-kasus darurat penyakit kardiovaskuler
seperti serangan jantung (Acute Miocard infark) dan aritmia lethal. Dalam
pelatihan ini akan diajarkan penggunaan defibrillator eksternal otomatis, yang
merupakan alat dasar dari standar internasional IAS. Pendidikan sangat di
tujukan pada mahasiswa Ilmu Keperawatan dan Kebidanan untuk lebih matang dalam
memasuki dunia kerja dan mampu bersaing di pasar kerja.
b. Training Manajement K3 Laboraturium
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk
kemajuan teknologi laboratorium, Nah..disini kinta melihat bahwasanya resiko
terhadap pekerja laboratorium semakin meningkat dan lebih kompleks. Pekerja
atau petugas Laboratorium adalah pekerja yang sangat identik dengan
terpaparmnya zat berbahaya dan bahan kimia yang beracun, korosif, mudah
meledak, mudah terbakar dan terkena berbagai bahaya.
c.
Cara Penerapan dan Pendekatan
Ergonomis
Ergonomi
dapat dapat digunakan dalam menelaah sistem manusia dan produksi yang kompleks.
Hal ini berlaku baiik dalam industry maupun sektor informal. Dengan mengetahui
prinsip ergonomi tersebut dapat di tentukan pekerjaan apa yang sesuai bagi
tenaga kerja tau konstruksi alat seperti apa yang layak di gunakan agar
mengurangi kemungkinan keluhan dan menunjang produktifitas.
Penerapan
ergonomi dapat di lakukan melalui dua pendekatan yaitu:
1.
Pendekatan
kuratif
Pendekatan
ini di lakukan pada suatu proses yang sudah atau yang sedang berlangsung.
Kegiatan berupa interfensi, modifikasi atau perbaikan dari proses yang telah
berjalan. sasaran dari kegiatan ini adalah kondisi kerja dan lingkungan kerja.
Dalam pelaksanaanya terkait dengan tenaga kerja dan proses kerja yang sedang
berlagsung.
2.
Pendekatan
konseptual
Pendekatan
ini di kenal sebagai pendekatan sistem dan akan sangat efektif dan efisien jika
di alakukan pada saat perencanaan. Jika terkait dengan teknologi, sejak proses
pemilihan dan alih teknologi, prinsip-prinsip ergonomi telah di tetapkan
penerapanya bersama-sama dengan kejian lain, misalnya kajian teknis, ekonomi,
sosial budaya dan lingkungan. Pendekatan holistik ini kenal dengan pendekatan Teknologi
Tepat Guna
d. ISO
baru / IEC standar pada penilaian resiko melengkapi peralatan manajement resiko
Dua baru-baru ini diterbitkan standar ISO pada manajemen risiko
baru saja bergabung dengan ketiga teknik penilaian risiko. Bersama-sama, mereka
menyediakan organisasi dari semua jenis dengan peralatan yang lengkap untuk
mengatasi situasi yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan mereka. ISO / IEC
31010:2009
e. Kinerja OHSAS 18001.
Standar OHSAS 18001 adalah alat untuk mengelola
tantangan yang dihadapi bisnis dari semua ukuran dan sektor: tingginya tingkat
kecelakaan dan penyakit kerja, kehilangan hari kerja, absensi, denda, biaya
perawatan medis dan kompensasi pekerja … Implementasinya sehingga memiliki efek
meningkatkan lingkungan kerja, mengurangi absensi dan peningkatan produktivitas
kerja.
C.
Macam – Macam Teknologi Kebidanan Tepat Guna
a. Fetal Doppler
Adalah merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi
denyut jantung bayi, yang menggunakan prinsip pantulan gelombang
elektromagnetik, alat ini sangat berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan
janin, sangat disarankan untuk dimiliki dirumah sebagai deteksi rahim harian,
selain aman juga mudah dalam penggunaannya serta harga yang sangat terjangkau
untuk dimiliki.
b. Fetal Doppler Sunray
Adalah salah satu jenis dan merk Doppler yang digunakan
untuk mengetahui denyut jantung janin dalam kandungan, fetal Doppler ini sangat
praktis digunakan baik secara pribadi atau digunakan oleh kalangan paramedic.
c. Staturmeter
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur tinggi badan,
alat ini adalah sangat sederhana pada desainnya karena hanya ditempelkan pada
tembok bagian atas dan ketika akan digunakan hanya perlu untuk menariknya
sampai ke bagian kepala teratas, sehingga dapat diketahui tinggi badan orang
tersebut.
d. Eye Protector Photo Therapy
Adalah alat bantu yang diigunakan untuk melindungi bagian
mata bayi pada saat dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan sinar X-ray atau
jenis pemeriksaan lain yang menggunakan media sinar agar tidak menggangu
penglihatan bayi yang akan diperiksa.
e. Alat Pengukur Panjang Bayi
Adalah merupakan peralatan sederhana yang biasa digunakan
oleh bidan dan petugas posyandu, untuk mengetahui perkembangan tinggi bayi dari
waktu ke waktu, terbuat dari kayu dan mistar yang mudah dibaca.
f.
Breast Pupm
Biasanya digunakan oleh para ibu yang berkarier diluar
rumah, agar ASI tidak terbuang dengan percuma, sehingga tetap bisa mendapatkan
ASI dari bundanya.
g. Lingkar Lengan Ibu Hamil
Adalah tanda yang digunakan untuk mempermudah
mengidentifikasi bayi dan bundanya, pada umumnya dipakaikan pada bayi dan
bundanya di rumah sakit bersalin.
h. Pengukur Panjang Bayi (calipher)
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur panjang bayi
dengan ketepatan pengukuran yang tinggi, karena skala yang digunakan pada alat
ini lebih detail, sehingga setiap inchi pertumbuhan bayi dapat diketahui.
i.
Reflek Hammer / Reflek Patela
Sejenis hammer yang dilapisi dengan karet yang digunakan
untuk mengetahui respon syaraf dari anggota tubuh biasanya kaki.
j.
Umbilical Cord Clem Nylon
Adalah merupakan alat yang digunakan untuk menjepit tali
pusar bayi sesaat setelah bayi dilahirkan.
k. Tourniquet
Adala alat bantu yang digunakan untuk sarana pendukung
pada pengmbilan darah, pada umumnya dilingkarkan pada lengan saat akan
dilakukan pengabilan darah segar, agar darah bisa lebih mudah untuk di ambil.
D.
Ciri-ciri Teknologi Tepat Guna
Sebagaimana
telah dikemukakan pada kriteria dan syarat dan kesesuaian TTG, dapat
dikemukakan ciri-ciri yang cukup menggambarkan TTG (walaupun tidak berarti
sebagai batasan) adalah sebagai berikut:
1. Perbaikan teknologi tradisional yang selama
ini menjadi tulang punggung pertanian, industri, pengubah energi, transportasi,
kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di suatu tempat.
2. Biaya
investasi cukup rendah/ relatif murah.
3. Teknis
cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara dan didukung oleh keterampilan
setempat.
4. Masyarakat
mengenal dan mampu mengatasi lingkungannya.
5. Cara pendayagunaan sumber-sumber setempat
termasuk sumber alam, energi, bahan secara lebih baik dan optimal.
6. Alat mandiri masyarakat dan mengurangi
ketergantungan kepada pihak luar (self-realiance motivated).
E.
Manfaat Teknologi Tepat Guna
Sebelum berbicara mengenai manfaat dari TTG, maka ada sebuah proses yang harus diketahui sebelum memperoleh manfaat dari TTG tersebut, yaitu penerapan teknologi tepat guna tersebut. Penerapan TTG adalah sebuah usaha pembaharuan. Meskipun pembaharuan itu tidak mencolok dan masih dalam jangkauan masyarakat, tetapi harus diserasikan dengan keadaan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat serta alam. Kalau tidak, maka usaha pembaharuan itu akan mendapat hambatan yang dapat menggagalkan usaha pembaharuan tersebut.
Usaha pembaharuan itu dirancang sedemikan rupa sehingga seluruh masyarakat merasa bahwa pembaharuan adalah prakarsa mereka sendiri. Berarti di dalam pembaharuan teknologi itu, terdapat minat dan semangat dalam masyarakat tersebut.
Banyak orang keliru dalam berpendapat kalau orang membawa pompa bambu, biogas, pengering dengan energi radiasi matahari sederhana kedesa, maka orang itu telah menerapkan teknologi tepat guna. Membawa paket-paket teknologi sederhana tersebut kesebuah desa belum dapat dikatakan sebagai penerapan teknologi tepat guna, bahkan dapat menjerumuskan, apabila tidak disertai pendidikan kepada masyarakat desa tersebut, bagaimana cara membuat dan memperbaiki alat tersebut. Paling ideal penerapan teknologi tepat guna adalah teknologi yang telah ada pada suatu masyarakat dan perbaikan itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
Penerapan TTG juga harus mempertimbangkan keadaan alam sekitar. Dapat diartikan bahwa dampak lingkungan yang disebabkan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) harus lebih kecil dibandingkan pemakaian teknologi tradisional maupun teknologi maju. Dengan demikian manfaat dari teknologi tepat guna itu dapat dirasakan oleh masyarakat tersebut. Sebagai mana manfaat dari teknologi tepat guna adalah:
Sebelum berbicara mengenai manfaat dari TTG, maka ada sebuah proses yang harus diketahui sebelum memperoleh manfaat dari TTG tersebut, yaitu penerapan teknologi tepat guna tersebut. Penerapan TTG adalah sebuah usaha pembaharuan. Meskipun pembaharuan itu tidak mencolok dan masih dalam jangkauan masyarakat, tetapi harus diserasikan dengan keadaan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat serta alam. Kalau tidak, maka usaha pembaharuan itu akan mendapat hambatan yang dapat menggagalkan usaha pembaharuan tersebut.
Usaha pembaharuan itu dirancang sedemikan rupa sehingga seluruh masyarakat merasa bahwa pembaharuan adalah prakarsa mereka sendiri. Berarti di dalam pembaharuan teknologi itu, terdapat minat dan semangat dalam masyarakat tersebut.
Banyak orang keliru dalam berpendapat kalau orang membawa pompa bambu, biogas, pengering dengan energi radiasi matahari sederhana kedesa, maka orang itu telah menerapkan teknologi tepat guna. Membawa paket-paket teknologi sederhana tersebut kesebuah desa belum dapat dikatakan sebagai penerapan teknologi tepat guna, bahkan dapat menjerumuskan, apabila tidak disertai pendidikan kepada masyarakat desa tersebut, bagaimana cara membuat dan memperbaiki alat tersebut. Paling ideal penerapan teknologi tepat guna adalah teknologi yang telah ada pada suatu masyarakat dan perbaikan itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
Penerapan TTG juga harus mempertimbangkan keadaan alam sekitar. Dapat diartikan bahwa dampak lingkungan yang disebabkan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) harus lebih kecil dibandingkan pemakaian teknologi tradisional maupun teknologi maju. Dengan demikian manfaat dari teknologi tepat guna itu dapat dirasakan oleh masyarakat tersebut. Sebagai mana manfaat dari teknologi tepat guna adalah:
1. Dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang
makin hari makin meningkat, tentu hal itu di barengi dengan kemampuan masyarakatnya
yang mampu mengoperasionalkan dan memanfaatkan TTG tersebut.
2. Teknologi tepat guna mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhannya, pemecahan masalahnya
dan penambahan hasil produksi yang makin meningkat dari biasanya. Teknologi
tersebut relatif mudah dipahami mekanismenya, mudah dipelihara dan mudah
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masuknya teknologi baru tidak akan
membebani masyarakat baik mental (ketidakmampuan skill) maupun materiil (dapat
menimbulkan beban biaya yang tidak mampu dipenuhi masyarakat).
3. Teknologi tepat guna dapat mempermudah dan
mempersingkat waktu pekerjaan tenaga kesehatan dan klien.
4. Masyarakat mampu mempelajari, menerapkan,
memelihara teknologi tepat guna tersebut.
5. Masyarakat / klien bisa lebih cepat ditangani
oleh tenaga kesehatan.
6. Hasil diagnosa akan lebih akurat, cepat, dan
tepat
F.
Fungsi Teknologi Tepat Guna
Sebagai
mana fungsi dari teknologi tepat guna adalah:
1. Alat kesehatan yang
digunakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
2. Biaya yang digunakan cukup
rendah dan relatif murah.
3. Teknis cukup
sederhana dan mampu untuk dipelihara.
4. Mengurangi kesalahan dalam
mendiagnosis suatu penyakit.
G.
Dampak Teknologi Tepat Guna Dalam Kebidanan
a. Dampak positif sebagai berikut:
1. Dengan adanya teknologi tepat guna dalam
kebidanan, maka masyarakat akan mendapat kemudahan dalam menjaga kesehatan yang
lebih efisien dan efektif. T
2. eknologi yang ada, dapat membuat kegiatan
khususnya di dalam kebidanan akan lebih sederhana dan mudah
b. Dampak negatif sebagai berikut :
1. Jika penggunaannya teknologi tepat guna tidak
sesuai dengan lingkup yang memerlukan maka itu akan sia-sia. Contoh penggunaan
USG di daerah pedalaman, disana tidak orang yang mengelolanya dan tidak sesuai
dengan kebudayaan masyarakat disana.
2. Dengan ketidaktepatan penggunaan alat
tersebut maka akan berdampak buruk terhadap pasien. Contoh : penggunaan USG
pada pasien dengan cara-cara yang tidak tepat.
3. Penggunaan teknologi pada daerah pedalaman
dengan tenaga yang tidak ahli akan menimbulkan resiko terhadap pasien.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teknologi Tepat Guna merupakan teknologi yang telah dikembangkan
secara tradisional dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan
lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat setempat.
Sebelum menggunakan TTG, terlebih dahulu kita lakukan
penerapan dari TTG tersebut kepada masyarakat. Dengan adanya penerapan ini di
harapkan masyarakatnya berubah dan mengerti tentang manfaat TTG dan mampu
menggunakan TTG tersebut dengan sebaik mungki. Sehingga penggunaa dari TTG
tersebut bermanfaat bagi masyarakat, yaitu dapat memenuhi kebutuhan individu
atau masyarakat karena kebutuhan masyarakat semakin hari semakin
meningkat.
3.2 Saran
Teknologi tepat guna apabila dimanfaatkan dengan baik
maka akan memeperoleh hasil yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat.
Daftar Pustaka
Syafruddin, dkk, 2009. Buku Ajar Ilmu
Kesehatan Masyarakat Untuk Mahasiswa. CV.Transinfo media : Jakarta
Jurnal Sosioteknologi Edisi 13 tahun 7,
April 2008 htth://jirzizaidan.wordpress.com/kebidanan/
World Healt Assembeley XXI; “National
and Global SURVEILENS of communicable Disease”, Geneva: WHO, 1968
Teknologi tepat guna terampil.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar